Sindrom Geriatri: Falls, Delirium, Incontinence (Bagian 6)

Sindrom Geriatri: Falls, Delirium, Incontinence (Bagian 6)

Sindrom geriatri adalah kondisi kompleks pada lansia yang sering terjadi bersamaan: jatuh, delirium, inkontinensia, dan frailty. Jatuh pada lansia (30% per tahun) menyebabkan fraktur (5%) dan kematian. Faktor risiko jatuh: riwayat jatuh, gangguan keseimbangan, dan obat-obatan.

Delirium: gangguan kesadaran akut yang muncul dalam jam-hari, sering pada lansia dengan penyakit akut (infeksi, dehidrasi) atau efek samping obat. Penatalaksanaan: identifikasi penyebab, lingkungan tenang, dan orientasi terus menerus. Hindari restrain fisik yang memperburuk.

Inkontinensia urin: 30-50% lansia, disebabkan oleh BPH (pria), prolaps (wanita), dan faktor reversible (infeksi, obat, kelebihan cairan). Tatalaksana: latihan kegel, manajemen cairan, dan terapi perilaku.

Frailty: kondisi rentan yang mempengaruhi 20% lansia >65 tahun dan 50% >85 tahun. Tanda: penurunan berat badan, kelelahan, kelemahan, dan penurunan aktivitas. Intervensi: latihan (resistensi, keseimbangan), nutrisi, dan manajemen komorbid.

Pendekatan komprehensif: Comprehensive Geriatric Assessment (CGA) oleh tim multidisiplin (dokter, perawat, okupasi, nutrisi) untuk mengidentifikasi sindrom geriatri dan intervensi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah institutionalisasi.

Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.