Perawatan jangka panjang (PJP) dibutuhkan oleh lansia dengan disabilitas dan kondisi kronis. Di Indonesia, 70% lansia dengan disabilitas dirawat di rumah oleh keluarga, 20% di panti jompo, dan 10% di layanan home care.
Tantangan PJP di rumah: caregiver keluarga tidak terlatih, beban fisik dan psikologis (50% caregiver mengalami stres), dan kurangnya dukungan. Intervensi: pelatihan caregiver, dukungan dari tim kesehatan, dan respite care.
Panti jompo: standar kualitas harus mencakup keamanan, perawatan personal, aktivitas sosial, dan medis. Akreditasi panti jompo oleh Kementerian Sosial untuk memastikan kualitas. Jumlah panti jompo di Indonesia masih kurang (hanya 500).
Layanan home care: perawat home visit, fisioterapi, dan caregiver profesional. Asuransi dan BPJS mulai mencakup PJP namun masih terbatas. Telemedicine untuk konsultasi dan monitoring lansia di rumah.
Kebijakan: perlindungan lansia dan caregiver, peningkatan akses PJP, dan integrasi layanan kesehatan-sosial. Program "Lansia Sejahtera" dengan support system komunitas untuk lansia dan keluarga.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.