Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri paling umum di komunitas. Bakteri utama: E. coli (70%). Penggunaan antibiotik untuk ISK didasarkan pada pola resistensi lokal. Antibiotik lini pertama: nitrofurantoin, fosfomisin, atau TMP-SMX.
Resistensi antibiotik pada ISK meningkat: resistensi TMP-SMX >20%, siprofloksasin >30%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat (dosis rendah, durasi singkat) memperburuk resistensi.
Diagnosis: urinalisis (leukosit, nitrit) dan kultur urin untuk kasus berulang atau gagal terapi. ISK tanpa komplikasi pada wanita dapat diobati tanpa kultur, namun ISK pada pria, anak, atau hamil memerlukan kultur.
Durasi terapi: ISK tanpa komplikasi 3-5 hari, ISK dengan komplikasi 7-10 hari, dan pielonefritis 10-14 hari. Antibiotik spektrum luas hanya untuk kasus berat.
Edukasi: menghabiskan antibiotik sesuai dosis, tidak menggunakan antibiotik yang tersisa, dan pencegahan ISK (minum banyak air, menjaga kebersihan). Peran apoteker dalam konseling dan memastikan tidak ada interaksi.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.