Infeksi nosokomial atau Healthcare-Associated Infections (HAIs) terjadi pada 7-15% pasien rawat inap di Indonesia. Infeksi saluran kemih, infeksi luka operasi, dan pneumonia terkait ventilator adalah tiga jenis HAIs paling umum dengan mortalitas mencapai 10%.
Hand hygiene adalah langkah paling efektif mencegah HAIs dengan kepatuhan perawat idealnya >90%. Implementasi "5 Moment Hand Hygiene" WHO dan ketersediaan hand rub di setiap tempat tidur pasien telah terbukti menurunkan angka infeksi hingga 30%.
Sterilisasi dan desinfeksi peralatan medis menjadi critical point dalam pencegahan HAIs. Penggunaan alat sekali pakai (disposable) untuk prosedur invasif dan autoklaf yang terkalibrasi rutin adalah standar minimum yang harus dipenuhi.
Program antimicrobial stewardship diperlukan untuk mengurangi penggunaan antibiotik profilaksis yang tidak perlu dan mencegah munculnya bakteri multiresisten. Pengawasan oleh tim PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) harus dilakukan secara berkelanjutan.
Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mencuci tangan dan mengenali tanda-tanda infeksi dini meningkatkan partisipasi dalam pencegahan HAIs. Kemitraan dengan pasien dalam perawatan berbasis keselamatan menjadi tren terkini.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.