Manajemen risiko kesehatan bertujuan mengidentifikasi, menilai, dan mengurangi risiko yang mengancam pasien dan staf.
Risiko klinis, non-klinis, dan risiko lingkungan harus dikelola secara sistematis.
Langkah mitigasi: protokol keselamatan, pelatihan, dan audit internal.
Pelaporan insiden dan analisis akar masalah membantu pencegahan berulang.
Budaya keselamatan pasien harus ditanamkan di seluruh organisasi.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.