Manajemen farmasi mencakup perencanaan, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat.
Sistem informasi farmasi membantu monitoring stok dan kadaluarsa.
Kepatuhan terhadap standar penyimpanan dan rantai dingin sangat penting.
Edukasi pasien tentang penggunaan obat meningkatkan hasil terapi.
Audit farmasi dan pelaporan efek samping obat dilakukan rutin.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.