Kejadian jatuh di rumah sakit merupakan salah satu insiden keselamatan pasien paling sering terjadi. Sekitar 30-50% kejadian jatuh mengakibatkan cedera, mulai dari memar hingga fraktur yang memperpanjang lama rawat 3-7 hari.
Skrining risiko jatuh menggunakan alat seperti Morse Fall Scale atau Hendrich II Fall Risk Model harus dilakukan dalam 24 jam pertama perawatan. Pasien dengan skor risiko tinggi (>45) memerlukan intervensi pencegahan intensif.
Intervensi pencegahan jatuh meliputi penempatan pasien di ruang dekat perawat, penggunaan bed alarm, dan pemberian alat bantu berjalan. Tanda identifikasi risiko jatuh (gelang kuning atau simbol segitiga) memudahkan seluruh tim untuk waspada.
Faktor lingkungan seperti lantai licin, pencahayaan kurang, dan penghalang jalan harus dievaluasi secara rutin. Penggunaan tempat tidur dengan ketinggian rendah dan handrail yang stabil merupakan investasi penting untuk keselamatan pasien.
Edukasi pasien dan keluarga tentang risiko jatuh dan cara mencegahnya (misalnya memanggil perawat saat ke kamar mandi) merupakan komponen penting. Pelibatan pasien dalam keselamatan perawatan meningkatkan kepatuhan terhadap intervensi pencegahan jatuh.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.