Gangguan penglihatan pada lansia disebabkan oleh katarak (50%), glaukoma (10%), dan degenerasi makula (5%). Katarak adalah kekeruhan lensa yang menyebabkan penglihatan kabur. Glaukoma adalah kerusakan saraf optik dengan peningkatan tekanan intraokular.
Gejala katarak: penglihatan seperti kabut, silau, dan sering ganti kacamata. Operasi katarak dengan fakoemulsifikasi adalah terapi efektif dengan pemulihan cepat. Program operasi katarak gratis oleh pemerintah dan NGO.
Glaukoma: sering tanpa gejala awal, disebut "silent thief of sight". Deteksi dini dengan pemeriksaan tekanan intraokular (TIO), funduskopi (cup/disk ratio), dan perimetri. Pengobatan: obat tetes mata (beta-blocker, prostaglandin) dan laser.
Pencegahan: pemeriksaan mata rutin setiap 1-2 tahun untuk lansia, kontrol diabetes dan hipertensi (faktor risiko glaukoma), dan perlindungan mata dari sinar UV.
Rehabilitasi bagi lansia dengan gangguan penglihatan: alat bantu visual (kacamata, lensa), orientasi mobilitas, dan dukungan psikologis. Program "Mata Sehat Lansia" di posyandu lansia untuk skrining dan rujukan.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.