Keganasan pada Lansia: Deteksi dan Penanganan (Bagian 5)

Keganasan pada Lansia: Deteksi dan Penanganan (Bagian 5)

Kanker pada lansia meningkat seiring usia, dengan 60% kasus kanker terjadi pada >65 tahun. Kanker yang sering: paru, kolorektal, payudara, dan prostat. Gejala sering atipikal dan diabaikan sebagai tanda penuaan.

Deteksi dini: skrining sesuai usia (mamografi, kolonoskopi, PSA), dan edukasi tentang tanda bahaya (benjolan, perdarahan, penurunan BB). Keterlambatan diagnosis terjadi pada 30% lansia karena akses dan persepsi.

Penanganan: pendekatan geriatri onkologi untuk menilai status fungsional, komorbid, dan kognitif sebelum memutuskan terapi. Terapi bisa: bedah, kemoterapi (dosis disesuaikan), radiasi, dan terapi target. Pertimbangan efek samping dan kualitas hidup.

Perawatan paliatif dan hospice: manajemen nyeri, dukungan psikososial, dan perawatan akhir hayat. Penting untuk lansia dengan kanker stadium lanjut. Dukungan keluarga dan layanan spiritual.

Edukasi tentang pentingnya skrining dan deteksi dini, termasuk untuk lansia. Program deteksi dini kanker di posyandu lansia. Dukungan psikososial bagi lansia dengan kanker dan keluarga.

Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.