Epidemiologi Penyakit Tidak Menular di Perkotaan

Epidemiologi Penyakit Tidak Menular di Perkotaan

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung menjadi pembunuh utama di wilayah perkotaan. Data Riskesdas 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi mencapai 34,1% dan diabetes 11,7% pada penduduk usia >15 tahun.

Gaya hidup sedentari dan pola makan tinggi gula-garam-lemak menjadi faktor risiko utama. Hanya 28% penduduk perkotaan yang melakukan aktivitas fisik cukup minimal 150 menit per minggu. Konsumsi buah dan sayur juga masih di bawah rekomendasi WHO yaitu 5 porsi per hari.

Skrining dini di fasilitas kesehatan tingkat primer menjadi kunci pengendalian PTM. Pemerintah melalui program Posbindu PTM melakukan deteksi dini faktor risiko secara rutin. Namun cakupan Posbindu baru mencapai 45% dari target nasional.

Peran kader kesehatan sangat penting dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya cek kesehatan rutin. Edukasi tentang membaca label makanan kemasan juga perlu digencarkan untuk mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih.

Kolaborasi dengan sektor swasta melalui program corporate wellness dapat menjangkau populasi pekerja yang merupakan kelompok risiko tinggi PTM. Screening berkala di tempat kerja dan promosi gaya hidup sehat terbukti efektif menurunkan angka kejadian PTM.

Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.