Diare masih menjadi penyebab kematian balita kedua di Indonesia (10%). Rata-rata anak mengalami 3-4 episode diare per tahun, dengan puncak pada musim hujan. Penyebab utama: rotavirus (40%), bakteri (20%), dan sanitasi buruk.
Gejala: buang air besar cair >3 kali sehari, muntah, dan demam. Komplikasi utama adalah dehidrasi yang dapat berakibat fatal. Tanda dehidrasi: mata cekung, turgor kulit menurun, dan lemas.
Penanganan: rehidrasi oral dengan ORS segera (50-100 ml/kg berat badan dalam 4 jam), zinc (10 mg/hari selama 10 hari) untuk mengurangi durasi dan keparahan, dan lanjutkan ASI/makanan. Antibiotik hanya untuk diare berdarah atau kolera.
Pencegahan: sanitasi air dan makanan, cuci tangan dengan sabun, imunisasi rotavirus, dan ASI eksklusif (mencegah diare 50%). Edukasi ibu tentang cara membuat ORS di rumah dan tanda dehidrasi.
Program pencegahan: kampanye cuci tangan, sanitasi total berbasis masyarakat, dan ketersediaan ORS di setiap posyandu. Penanganan diare di komunitas dengan layanan ORS dan zinc meningkatkan kesembuhan.
Pengelolaan kesehatan masyarakat membutuhkan perencanaan yang terarah, berbasis data, serta melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga memerlukan evaluasi secara berkala. Data hasil pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, dan memperbaiki pelaksanaan program kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendidikan, kunjungi MKM Universitas MH Thamrin.